.::Blog Ini Diikutsertakan Dalam FUKI Fair::.
3 November 2009 pada 5:07 am (Pengalaman)
Nama Khan Suka-Suka
18 November 2009 pada 9:45 pm (Humor Ilmiah)
Suatu hari, si Kecot naik taksi. Daripada diam aja iseng-iseng dia ajak ngobrol si supir taksi…
Kecot: “bapak namanya siapa pak?”
Supir Taksi: “Dr. Hamdani Harahap”
Kecot: “Lho, bapak sudah doktor kok jadi supir taksi pak..?!”
Supir Taksi: “Itu bukan gelar mas, Dr. itu nama asli pemberian bapak saya. Kalo sekolah sih saya cuma tamat SMP mas…”
Kecot: “….”
-
asli karya Bang Sani
Berkah Kemajuan Teknologi
11 November 2009 pada 8:46 am (Islam)
Imam Malik meriwayatkan dari Yahya bin Sa’id, dari Sa’id bin al-Musayyib, ia berkata, “Aku pernah berjalan beberapa hari untuk mencari sebuah hadits”.
Alangkah susahnya mencari ilmu di zaman Imam Malik. Hal itu dikarenakan akses terhadap sumber ilmu sangat sulit. Sedemikian sulitnya sehingga ada saat-saat dimana seorang muslim yang tidak tahu hukum suatu perkara pun dipaksa memutuskan perkara tersebut karena mendesak. Simak hadist berikut. Baca entri selengkapnya »
A Hidden Message in English
2 November 2009 pada 12:54 pm (Karya Sastraku, Pemikiran)
English uses alphabet as its symbol. It has been a consensus that “a” is the first symbol, “b” is the second and and so on. However, why is it given like that? In fact, it is no matter if “b” is the first and “a” is the second, it does not influence the language itself. We still be able to use English as already…
However, we are grateful of that sequence because there are lessons in it, at least this one:
Orang Yang Beretika
26 Oktober 2009 pada 9:39 am (Humor Ilmiah)
Pak guru pun masuk ke dalam kelas. Di atas meja sudah ada tumpukan tugas para murid. Begitu melihat keadaan kelas, perhatian pak guru tercuri oleh si Kecot yg sedang buru-buru nulis-nulis kemudian berjalan ke arah meja pak guru dan menaruh kertasnya, rupanya ia baru saja menyelesaikan tugasnya. Memang si Kecot dikenal sebagai seorang deadliner…
Pak Guru: “anak-anakku sekalian, sebelum bapak memulai pelajaran bapak ingin berpesan kepada kalian agar kalian menjadi orang yang beretika. Beretika artinya berlaku pantas. Contohnya, kalau guru kalian menyuruh mengumpulkan tugas sebelum masuk kelas artinya jangan sampai kalian mengumpulkan setelah kelas dimulai, apalagi di depan mukanya langsung!”
Si Kecot langsung tunjuk tangan. Rupanya ia sadar juga sedang disindir…
Pak Guru: “yak, ada apa Kecot? Mau minta maaf ya…? Kali ini bapak maafkan kok…”
Kecot: “bukan pak, justru saya ingin bilang kalau saya setuju dengan bapak. Etika memang harus dipatuhi walaupun tidak ada pengawasan dan hukuman formalnya. Contohnya saya tadi pak, sebagai anggota dari Komunitas Para Deadliner, saya selalu mematuhi kode etik perkumpulan yang salah satunya: mengerjakan tugas paling cepat H – 1 jam. Ini lihat pak kartu anggota saya (sambil menunjukkan kartu anggota Komunitas Para Deadliner)…”
Pak Guru: “…?”
-
asli karya Bang Sani
FBku Hari Ini Sangat Menarik
17 Oktober 2009 pada 8:15 am (Kisahku)
Ada yg berupa pelajaran:
AK: “kerjaan numpuk. selesaikan atau dateng k sapel ??! huaaahhh,,watdefak”
MR: “tergantung memandang kewajiban itu sbg beban atau tantangan.
Kalau memandang sbg beban ya bakal berpikir “tidak!!! banyak kerjaan. Mana ya yg hrs ditinggal biar yg lain terkerjakan. Itupun sdh memberatkan”
Kalau memandang sbg tantangan akan punya pola pikir: “wah.. banyak ‘amal baik yg hrs digarap nih. Tantangan & latihan bagiku bgmana MENGEFISIENKAN kerja, MENGEFEKTIFKAN waktu dan MEMOTIVASI diri lebih pekerja keras agar semua terlalui”"
ada lelucon bertingkat Baca entri selengkapnya »
Definisi Anak Fasilkomlah yang Paling [Tidak] Jelas!
15 Oktober 2009 pada 8:11 pm (Humor Ilmiah)
Di sebuah diskusi focus group lintas fakultas, para mahasiswa sedang memperdebatkan bagian yang tidak penting dari tugas mereka: definisi ciuman
Anak Psikologi: “ciuman adalah waktu dimana kondisi emosi paling tidak stabil, gelombang otak paling tidak berpola dan acceptance seseorang paling tinggi.“
Anak FK: “ciuman adalah mediasi penularan penyakit paling potensial! WASPADA.. WASPADA..!“
Anak Teknik: “ciuman adalah peristiwa gaya gesek yang koefisien gesekannya semakin lama semakin berkurang…
“
Anak FISIP: “ciuman adalah fenomena budaya paling kontras, sangat tabu di suatu tempat namun sangat wajar di tempat lain.“
Anak Fasilkom: “kalian semua nggak ada yg jelas! Ciuman itu adalah state dimana jarak suatu vertex suatu objek dengan vertex lain pada objek yang lain sama dengan nol, hanya bisa dibuat pakai graphical application dengan Object Oriented Programming .“
setelah itu suasana hening selama 5 menit….
-
asli karya Bang Sani; inspirasi: suatu buletin di UI
Pentingnya Ustadz Belajar Fisika
15 Oktober 2009 pada 11:55 am (Humor Ilmiah)
Setiap mau ke mesjid ustadz Dulloh melihat muridnya si Oinstoin terus keliling-keliling di halaman mesjid. Kalau adzan berkumandang, baru ia masuk mesjid.
ust. Dulloh: “Kamu kok muter-muter gitu sih Oin?“
Oinstoin: “Biar nambah pahala, ngampunin dosa, nambah derajat ustadz…“
ust. Dulloh: “Lha?! Aliran sesat mana yg ngajarin kamu thawaf di Kampung Duren?!“
Oinstoin: “Bukan thawaf ustadz… khan ustadz yang bilang: “Setiap langkah seorang yang pergi ke mesjid bila ia dalam keadaan berwudhu menambah satu pahala, mengampuni satu dosa dan menaikkan satu derajat. Maka bergembiralah saudara-saudara yang jarak rumahnya ke mesjid jauh!”, ya khan ustadz…“
ust. Dulloh: “???”
-
asli karya Bang Sani
Menerapkan dengan Benar Teori Peluang?
15 Oktober 2009 pada 9:29 am (Humor Ilmiah)
Seorang dosen Statistika terkena penyakit jantung langka. Temannya menawarkan untuk dioperasi di rumah sakit jantung terbaik di dunia tapi ia menolak.
Namet : “Mengapa kau tidak mau di RS itu? Kau tahu tingkat keberhasilan RS itu 95%! Tertinggi di dunia!!!“
Nesod : “Justru itu, tadi aku tanya sama perawatnya tepat sebelum aku sudah 19 orang berturut-turut yang sukses dioperasi…“
Namet : “….”
-
asli karya Bang Sani
Menikah Bukan Beban, Justru Mendatangkan Rezeki!
8 Oktober 2009 pada 3:19 pm (Islam, Pemikiran)
Tanya: “saya ingin menikah tapi belum cukup rezeki, bagaimana ya caranya biar rezeki saya cepat cukup…?”
Jawab: “caranya: segera menikah!”
Lho kok?! Bagi yang belum merasa rasional, silakan ikuti sampai paragraf terakhir…
Mari kita mulai dengan ayat suci Al Qur’an sbb
“Dan nikahkanlah orang-orang yang sendirian di antara kamu, dan orang-orang yang layak (menikah) dari hamba sahayamu yang lelaki dan hamba-hamba sahayamu yang perempuan. JIKA MEREKA MISKIN ALLAH AKAN MENGKAYAKAN MEREKA DENGAN KARUNIANYA. Dan Allah Maha Luas (pemberianNya) dan Maha Mengetahui.”1
Berkaitan ayat tersebut, Umat bin Khattab ra berkomentar,
“Aku heran dengan orang yang tidak mau mencari kekayaan dengan cara menikah. Padahal Allah berfirman : Jika mereka miskin, maka Allah akan membuat mereka kaya dengan Keutamaan-Nya”2
Nabi saw juga menguatkan ayat tersebut. Sabda beliau,
Dari Aisyah, “Nikahilah olehmu kaum wanita itu, maka sesungguhnya mereka akan mendatangkan harta (rezeki) bagi kamu¨3 Baca entri selengkapnya »

